Artikel ini akan membahas mengenai hal-hal penerapan praktis dalam kehidupan ini. Tulisan ini merupakan rumusan dari pengalaman dan pengetahuan dalam hubungan manusia di kantor agar terjadi keharmonisan dalam hidup (karena saya juga kerja di kantoran) haha….
Ide menulis artikel ini didapatkan ketika terjadi kekalutan di kantor saya antar hubungan sesama pegawai yang terjadi kesenjangan sosial, juga dari permintaan sobat saya akan artikel tentang hubungan antar manusia. Prinsip-prinsip hubungan manusia yang ada dalam dalam artikel ini mirip sekali dengan ajaran Tao dari China. Jadi apabila ada kekeliruan dalam artikel ini sebelumnya saya minta maaf karena pemahaman kita tentang ajaran Tao mungkin berbeda. Ajaran ini kebanyakan membahas tentang menemukan jati diri, alamiah, berbuat tetapi tidak berbuat, dan kesadaran.
Memang, bagi orang yang sudah banyak pengalaman, pada prakteknya prinsip-prinsip Tao itu akan dapat berjalan dengan sendirinya di dalam kehidupannya. Tetapi bagi sebagian besar orang, bila tanpa diuraikan sedemikian rupa tentu saja tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, pemaparan ini diharapkan sedikit banyak membantu untuk berpikir lebih jauh lagi.
Sebagai manusia yang berpendidikan, tentu saja kita mau terus maju dan berkembang saja. Oleh karena itu, dengan "senjata" yang telah kita miliki, tentu dapat menjadi bekal kita untuk mencapai kemampuan bersaing dalam pekerjaan kita. Di dalam pekerjaan, kita sebagai pribadi harus dapat bekerja sama dengan orang lain, baik secara hubungan pribadi maupun dengan banyak orang.
Secara nalar, kemampuan ini dapat ditinjau dari 2 sudut, yaitu:
1. Kemampuan diri pribadi.
Maksudnya adalah kemampuan diri yang kita miliki, misalnya: keahlian teknik, ketrampilan memasak, kemampuan berdagang, bakat menulis, dll. Di dalam hal ini, kita diajarkan untuk menemukan dan menjadi diri kita sendiri. Jadi kalau kita mempunyai bakat sebagai pelukis, janganlah kemudian menghindari kemampuan itu dan jangan pula membandingkannya dengan orang yang berbakat lain, misalnya penyair.
Kita adalah mahluk sosial yang tinggal bersama-sama. Oleh karena itu, tentunya tiap orang memiliki fungsi sendiri-sendiri. Kalau semua orang ingin menjadi pedagang, lalu bagaimana jika ada yang sakit? Siapa yang akan mengobati?
Jadi kalau kita memiliki bakat melukis, kembangkanlah bakat tersebut. Kemampuan kita merupakan modal awal diri kita untuk dapat beraksi dalam masyarakat, serta menerapkan disiplin ilmu yang kita peroleh.
2. Kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain secara antar pribadi (Interpersonal skill).
Kemampuan ini adalah kemampuan yang kita miliki untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Dalam hal ini yang dapat menjadi pedoman adalah sadar dan alamiah.
Seperti kita ketahui bahwa setiap individu memiliki karakteknya masing-masing. Oleh karena itu kita perlu bertenggang rasa dan juga menyadari karakter kita, kelebihan maupun kekurangannya. Dengan menyadari dan menerima diri apa adanya, maka kita dapat bersikap wajar.
Suatu perilaku yang dibuat-buat akan menimbulkan kesan yang kurang baik. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa kita dapat bertindak sekehendak hati kita tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi dimana kita berada. Sudah seharusnya kita tahu bahwa sebagai mahluk sosial kita perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan kita. Kemampuan beradaptasi ini tetap diimbangi oleh prinsip-prinsip yang kita pegang teguh.
Contoh: misalnya suatu saat kita berkunjung ke rumah duka, dan sekaligus pada saat itu kita juga baru mendapatkan banyak uang. Sudah tentu tidak sopan apabila kita tersenyum-senyum gembira pada saat itu. Meskipun kita tidak mengingkari bahwa hati ini meluap-luap karena gembira, namun juga harus bisa merasakan penderitaan orang lain. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menunjukkan perasaan simpati dan turut bersedih. Ini tidak berarti kita berpura-pura atau mengenakan topeng, tetapi ini adalah hal yang sudah sepantasnya sesuai dengan peran kita dalam masyarakat.
Untuk menguraikan lebih lanjut, maka kita harus mengetahui bahwa hubungan antar manusia terdapat beberapa aspek:
1. Pengembangan sikap pribadi.
Kita sebagai umat manusia sudah selayaknya berusaha untuk terus menyempurnakan diri. Salah satu caranya adalah dengan jalan mengintrospeksi diri. Mengenali diri sendiri, baik kelemahan dan kekuatannya. Dengan mengetahui ini, kita dapat berusaha untuk mengatasi kekurangan kita, sekaligus mengembangkan kelebihan / segi positif diri kita. Dengan demikian kita akan bisa menjadi lebih sadar akan siapakah diri kita ini. Selanjutnya kita dapat menempatkan diri kita di tengah-tengah masyarakat secara tepat. Juga kita akan diterima oleh lingkungan kita sebagai seseorang yang berkepribadian.
2. Perlunya kerja sama, toleransi, dan kepemimpinan.
Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri. Sudah merupakan kodrat bahwa kita memerlukan orang lain untuk membangun diri dan dunia ini menjadi lebih baik. Karena harus bekerja bersama dengan orang lain, maka kita harus mampu untuk bekerja sama. Dalam bekerja sama ini terdapat unsur-unsur toleransi, kesetiaan, kejujuran, dan inisiatif.
Seseorang minimal harus dapat memimpin dirinya sendiri secara efektif untuk dapat bekerja berkarya di tengah-tengah lingkungannya. Inisiatifnya untuk membantu yang lain dan kesediaannya untuk berkorban diimbangi dengan kemampuan, akan membuat orang ini menonjol sebagai pemimpin di antara rekan-rekannya.
Bila diuraikan lebih lanjut, dapat dilihat dalam point-point utama sebagai berikut:
• Apa yang kita hasilkan merupakan bagian dari hasil kerja sama.
• Semakin tinggi keahlian anda bekerja sama, akan semakin sukseslah karir anda.
• Seseorang yang sukses adalah karena kerja sama dan dukungan dari bawah.
• Untuk menjadi seseorang pekerja sama yang baik anda memerlukan keahlian membina hubungan antar pribadi yang baik.
• Suka menolong orang lain.
• Memahami struktur kerja dan prosedur tempat bekerja.
• Jadilah orang yang dapat diandalkan dan dipercaya.
• Mematuhi norma-norma organisasi.
• Ingat bahwa: "Pekerjaan Kamu + Pekerjaan Saya = Karya Kita"
Haruslah memupuk hubungan baik. Untuk memupuk hubungan baik kita harus melakukan hal-hal seperti misalnya: menepati janji, perkataannya dapat dipercaya, setia, hemat tetapi tidak kikir, dll.
Mampu mengatasi permasalahan / mengambil jalan tengah. Sering kali dalam bekerja disuatu tempat, kita banyak dihadapkan oleh permasalahan-permasalahan yang timbul. Kemampuan memecahkan masalah ini merupakan bagian dari kemampuan kita untuk berhubungan dengan orang lain. Orang yang sukses dan karirnya dapat menanjak adalah orang-orang yang dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi di dalam masyarakat tersebut.
Di dalam kemampuan menyelesaikan masalah ini terdapat beberapa aspek yang kiranya perlu untuk dikemukakan, yaitu:
Ketegasan dan kecepatan untuk membuat keputusan / mengambil suatu tindakan penyelesaian yang tepat.
Kemampuan untuk memisahkan unsur emosi / faktor pribadi dalam membuat keputusan.
Kemampuan untuk bekerja dalam tekanan / stress secara efektif.
Mampu mengambil jalan tengah, yaitu menyelesaikan konflik dengan saling pengertian dan sama-sama puas, tanpa rasa dendam, iri, dll.
3. Menerapkan sikap yang dapat diterima oleh orang lain. Misalnya:
Kemampuan mendengarkan orang lain.
Seorang ahli komukasi Australia mengatakan bahwa lebih dari 75% informasi yang diterima oleh telinga seringkali tidak dimengerti ataupun cepat dilupakan. Karena berkomunikasi adalah untuk menyampaikan pesan dan menerima pesan dari orang lain, maka kita haruslah dapat menjadi pendengar yang baik. Menerima dahulu perkataannya sampai lengkap, kemudian memikirkannya, setelah itu baru memberikan jawaban. Kesalahpahaman sering ditimbulkan karena kita tidak mau menjadi pendengar yang baik.
Kemampuan berbicara secara jelas.
Mudah bergaul.
Yaitu kemampuan untuk memperlihatkan citra diri dan mampu menyatakan pendapatnya secara benar dan tepat, kemudian berbicara jujur dan tegas, berpendirian kokoh, berpegang pada prinsip kebenaran, kepercayaan diri tinggi tetapi sekaligus mampu bersikap mengalah dan berpikir sebelum bertindak.
Kita harus menyadari bahwa setiap tindak-tanduk, perilaku dan perkataan kita diperhatikan oleh lingkungan sekitar kita. Sudah sewajarnyalah bahwa kita harus mampu untuk bertindak secara benar. Sebagai seseorang yang bersinar terang dalam kegelapan, tentulah kita harus dapat menerima dan diterima oleh lingkungan kita. Sudah selayaknya mengetahui cara-cara membina hubungan antar manusia dengan baik.
Readmore Baby...
Senin, Agustus 03, 2009
Hubungan Antar Manusia
Hubungan dengan Sesama Manusia
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Hari demi hari terus berlalu, kehidupan yang fana ini terus berjalan. Proses belajar seorang manusia terus berlanjut.
Maha Suci Allah yang memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat menyelami kehidupan orang-orang yang susah. Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam hidup ini jika kita memang ingin belajar. Sering sekali kita sebagai manusia menjadi sosok manusia yang selalu mengeluh. Tidak pandai bersyukur, selalu merasa kekurangan padahal disekeliling kita masih banyak kehidupan orang lain yang dapat kita ambil pelajaran.
Amat banyak kehidupan orang lain di sekitar kita yang tidak memiliki kehidupan seberuntung kita. Seburuk apapun kondisi anda saat ini, pasti masih ada saja yang lebih buruk dibandingkan dengan kehidupan kita sekarang. Tapi sering sekali manusia terlena dengan gemerlap dunia sehingga melupakan hal itu. Padahal islam sendiri tidak pernah mengajarkan kita untuk hidup egois. Islam tidak sesempit itu hanya mementingkan diri sendiri, banyak sekali ajaran islam yang mengharuskan kita untuk hidup sosial. Malahan saking penting nya kehidupan sosial dalam islam, islam mengajarkan bahwa kita sesama muslim itu adalah saudara. Sadarkah anda dengan makna saudara pada kalimat tersebut. Kita diperintahkan untuk menjadikan saudara kepada manusia yang seiman dengan kita. Bagaimanapun keadaan saudara kita itu, mungkin dia kampungan, mungkin dia jelek, mungkin dia tidak sederajat dalam hal status sosial, ilmu atau apapun atribut keduniaan lainnya. Mengapa kita diperintahkan Allah untuk sholat berjamaah di masjid, mengapa perintah sholat berjajar dengan zakat, Ada maksud apakah dibalik perintah itu semua ?
Saya pernah membayangkan bagaimana cerita nya jika semua orang di dunia ini sadar kalau satu sama lainnya adalah saudara, pasti di dunia ini akan penuh dengan kasih sayang, cinta kasih dan kebaikan. Tidak akan ada perselisihan, saling tipu menipu, mendzalimi sesama manusia lainnya dan hal hal buruk lainnya. Mungkin nanti di akhir zaman dapat terjadi hal seperti ini. Entah bagaimana keadaan di surga nanti, pasti akan lebih sempurna dan jauh paling sempurna dari kehidupan dunia.
Beberapa pelajaran yang dapat di ambil dan mungkin dapat dijadikan renungan kita semua dari pengalaman saya hidup :
Manusia adalah mahluk Allah, punya hati dan punya perasaan. Perlakukan lah semua manusia sesuai dengan suara hati anda. Kita bisa belajar dari Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimana beliau hidup dengan sekitar nya, kebaikannya selalu ditebarkan dengan siapun, kapanpun dan dimanapun.
Dengan banyak bergaul dengan banyak tipe manusia kita dapat banyak belajar, dari banyak belajar tersebut kita dapat bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Indah nya hidup ini penuh dengan kebersamaan. Kebahagiaan kita berbagi dengan sesama tidak akan pernah bisa dibeli dengan Uang atau apapun . Sesungguhnya kebahagiaan di dunia menurut saya yang ilmu nya masih terbatas adalah jika kita hidup di dunia ini berpedoman kepada AlQuran dan Hadist dan kita selalu perduli terhadap sesama. Hablumminallah dan habluminannas. Seimbang kedua hal itu. Insya Allah kita bisa bahagia.
Kadang yang menjadi renungan, yang masih belum saya temukan jawabannya, mengapa kita bisa menjadi bahagia dengan berbagi. Kebahagiaan kita adalah membahagiakan orang lain. Banyak-banyak belajar bagaimana cara manusia di sesisi dunia ini mencari kebahagiaan. Yakinkan bahwa banyak orang yang bahagia setelah dia berbagi dan menganggap salah jika kita akan bahagia jika kita hidup di dunia ini egois. Islam benar-benar indah. Maha suci Allah, hanya allah yang maha mengetahui.
Readmore Baby...
Iman lagi Turun ? Di naikkan Dooong.
Alhamdulillahirobbilalamin.
Beginilah Hidup, kadang di atas, kadang di bawah, kadang Iman meningkat juga kadang iman menurun. Maha Suci Allah SWT yang membolak-balikkan Hati. Maha besar Allah SWT yang selalu menyayangi hamba-hamba nya dengan selalu mencoba dan menguji nya dengan berbagai macam ujian dan cobaan. Kita haruslah berfikir positif, jikalau Allah SWT sering memberikan ujian dan cobaan buat kita, berarti Allah SWT sangatlah menyayangi dan mencintai kita.
Mungkin ada yang pernah merasakan kalau Keimanan kita sedang turun. Hal ini membuat hidup kita seperti tidak nyaman banget gitu. Kemalasan menjadi penyakit yang tiba-tiba datang kembali. Merasa kalau ibadah kita hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin dan hari-hari sebelumnya. Hampir bingung mengapa semua ini terjadi, karena kemalasan kita sendiri. Yah harus sabar dan terus berikhtiar agar kita bisa pompa lagi keimanan kita, supaya bisa naik lagi. Tapi percaya deh, kalau nanti berhasil naik lagi, yakinlah kalau iman kita lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Lalu bagaimana caranya meningkatkan keimanan kita ?
Setelah baca-baca buku, mungkin ini bisa dijadikan catatan buat yang merasa iman islamnya sedang drop.
Beberapa cara meningkatkan Iman yang sedang Turun :
1. Banyak-banyak Istighfar.
2. Banyak-banyak Mengingat Allah SWT. Sebutlah Nama-nama terbaiknya. Ingatlah sepanjang Waktu
3. Awali Hidup (Bangun Tidur) dengan menyebut dan Mengingat Allah SWT dan Akhiri (Akan Tidur) dengan mengingat Allah SWT.
4. Perbanyaklah membaca AlQuran.
5. Dirikan lah Sholat Malam.
6. Perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT, agar ditingkatkan Iman nya.
7. Sucikan Diri dengan perbanyak Berwudhu.
8. Usahakan Sholat di Awal Waktu. Kalau bisa sebelum Adzan berkumandang udah standby di Masjid.
9. Maximalkan Sholat Subuh dan Isya. Harus Berjamaah, hati-hati dengan kedua sholat tersebut.
10. Perbanyaklah membaca Hadist dan secepatnya Amalkan yang sudah kita baca.
11. Baca Sejarah Nabi Allah SWT.
12. Hafalkan Doa, dan selalu awali dengan doa disetiap kegiatan kita.
13. Kurangi mendengarkan Musik, Perbanyak mendengarkan AlQuran. Jadi Playlist MP3nya diganti dulu sama Quran. Haha… tapi sesekali boleh kok.
14. Jadikan Sholat sebagai kegiatan UTAMA, kegiatan sehari-hari kita. Nantikan selalu panggilan-Nya.
15. Sempurnakanlah Wudhu, Resapi dan Pahami Makna yang dalam dari Kegiatan Berwudhu.
16. Jadikanlah setiap Sholat, merupakan sholat terakhir yang kita kerjakan. Seakan-akan sehabis Sholat Kita Akan Mati.
17. Berpuasa Sunnah. Perbanyak berpuasa sunnah.
18. Berinfaq dan bershodaqoh.
19. Berkumpul dan selalu bersama dengan Orang-orang soleh. Berteman dan bersahabatlah dengan mereka karena mereka selalu mengajak kepada kebaikan. Seperti aku ne. Huek.
Teorinya memang gampang, tapi praktek sebenernya tidak semudah mengucapkannya. Mudah-mudahan kita semua lolos dari ujian dan cobaan Allah SWT. Semoga Allah SWT meningkatkan kenikmatan kita dengan menambah dan selalu meningkatkan Iman kita semua.
Selamat berjuang, Semoga Berhasil, Aku mencintaimu karena Allah, dan Semoga Allah SWT mencintai kita semua.
Readmore Baby...
Malam Istirahat dan Siang Mencari Sebagian Karunia Allah SWT
Mencoba mengevaluasi kehidupan diriku selama ini. Mencoba mengerti apakah sebenarnya hal yang terjadi. Mengerti mengapa kebiasan ini sering kali berulang terhadap diriku ini. Yang pingin dikupas kali ini mengenai kehidupan diriku yang sudah mulai terbalik. Mentang-mentang zaman sekarang sudah zamannya 24 Jam Sehari 7 Hari seminggu dan 30 hari sebulan. Semua serba 24 jam sehingga bisa dibilang kehidupan diriku sudah banyak yang terbalik. Bekerja kadang malam-malam dan beristirahat pada siang hari. Ngerasa diriku ada yang aneh sehingga mencoba merubah kebiasaan buruk untuk bekerja pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Memang sih clientQ banyak orang yang suka keluyuran malam dan kelaparan di malam hari sehingga diriku haruslah bekerja (maklum pedagang nasi di malam hari lebih laris karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka makan malam sehingga tubuhe tambah ndut). Ternyata banyak hal yang harus diubah dari sekian banyak kebiasaan buruk diriku.
Subhanallah ternyata jawabannya memang sudah ada pada Alquran. Mengapa akhir-akhin ini diriku merasa ada yang salah dengan pola hidup yang telah diriku lakukan. Ternyata diriku sudah banyak melanggar hukum-hukum Allah. Sunatullah-Nya banyak yang dilanggar. Malam hari untuk mencari rezeki dan siang untuk beristirahat. Wah bertentangan sekali dengan polah hidup yang disarankan dan diatur oleh Alquran.
Mudah-mudahan bisa merubah pola kehidupan yang salah ini. Mulai hari ini harus sesuai, malam untuk istirahat dan siang untuk mencari karunia Allah SWT. Mudah-mudahan bermanfaat juga untuk pembaca sekalian yang mempunyai masalah yang sama dengan diriku. Bisa dijadikan bahan Introspeksi diri kita masing-masing.
Al Quran 28. Al Qashash 71 - 73
71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
QS 6. Al An'aam 60
60. Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
QS : 40. Al Mu'min
61. Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
QS : 30. Ar Ruum
23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
QS : 27. An Naml
86. Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
QS : 10. Yunus
67. Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar[699].
Kalau baca pas malam segera tidur. tidur-tidur istirahat... jangan lupa memohon kepadanya pada sepertiga akhir malam..
Tapi kalo baca artikel ini pas siang maka segera bekerja lagi. Kerja-kerja ayo kita kerja. Untuk masa depan kita. Jangan lupa di mulai dengan basmallah dan doa.
Readmore Baby...
Memilih & Memilih Pekerjaan dan Selesaikanlah Tepat Waktu
Seyogyanya anda memilih yang terpenting dari sekian pekerjaan yang bermanfaat, lalu yang berikutnya dan yang berikutnya, sesuai urutan nilai kepentingannya. Juga hendaknya anda memiliah mana yang dicenderungi dan sangat diminati oleh hati anda. Karena, hal sebaliknya akan membuahkan kebosanan, menurunnya semangat dan keruhnya pikiran. Jadikanlah pemikiran yang benar dan bermusyarawarah sebagai penolong Anda untuk itu. Maka, tidak akan menyesal seseorang yang meminta pendapat orang bijak.
Pelajarilah dengan cermat apa yang hendak anda lakukan. Jika anda telah yakin akan kemaslahatannya dan bertekad kuat untuk melakukannya, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.
Di antara hal yang bermanfaat ialah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditangani dan berkonsentrasi menghadapi yang akan ditangani. Karena, jika pekerjaan itu tidak anda selesaikan, akan tertumpuklah di depan Anda sisa pekerjaan masa lalu ditambah pekerjaan berikutnya, dan bebanpun akan menjadi berat. Maka, Jika anda tentukan segala sesuatu tepat waktu, niscaya anda dapat menghadapi hal-hal yang akan datang degan pikiran yang optimal dan penanganan yang optimal pula.
Readmore Baby...
Karena Setiap Kesulitan terdapat dua kemudahan
Segala Puji Bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam..
Manusia sering kali merasa hati dalam dada nya terasa sempit, sesak karena memiliki masalah. Masalahnya mungkin bisa berbagai jenis masalah, hingga tidak sedikit yang membuat sedih dirinya. Bingung dan tidak tau harus bagaimana menyelesaikan masalah yang membuat hati nya sesak dan sempit karena belum menemukan jalan keluar dari semua masalah nya.
Tidak sedikit dari kita yang akhirnya putus asa dan pesimis dalam menghadapi masalah dalam kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan kita jangan sampai menjadi orang yang putus asa dan pesimis dalam hidup ini. Apalagi sampai pesimis kepada Tuhan. Naudzubillahhiminzalik...
Kita memang hidup di dunia ini pasti menghadapi masalah. Satu hal yang perlu kita ingat ketika menghadapi masalah, selalulah kembalikan masalah anda kepada Aturan Allah SWT. Karena Allah sudah mengatur dengan sempurna pedoman dan aturan tentang kita hidup di dunia ini. Maka jika ingin menemukan jawabannya kembalilah kepada aturan Nya dan berpegang teguhlah kepada aturan Nya.
Kita diharuskan dalam menghadapi hidup ini selalu optimis, jangan pernah pesimis.
QS 94 : Alam Nasrah 5-8
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Maka apabila kamu telah selesai( dari sesuatu urusan ), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap"
Kita sama-sama harus introspeksi diri kita masing-masing sejauh mana kita mengimani Firman Allah dalam Alquran.
Jelas janji Allah, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Kalimat tersebut sampai diulang dua kali. Menurut tafsir, bisa dikatakan dalam setiap kesulitan terdapat dua kemudahan. Jadi kita haruslah tetap dan selalu optimis dalam menjalani kehidupan kita didunia, segala kesulitan dan masalah urusan dunia pasti selalu ada jalan keluarnya, selalu ada kemudahan untuk menyelesaikannya.
Lalu bagaimana kita mencari dan menemukannya ?
Kita haruslah optimis dan beriman kalau sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Yakini dan imanilah hal itu. Lalu apabila kita telah selesai dari satu urusan kita harus selesaikan urusan kita yang lain. Artinya kita harus berusaha sekuat tenaga sampai kita letih melakukan pekerjaan jangan sampai masalah kita tidak kita selesaikan, usahakan lah sebisa mungkin dan semampu kita ,carilah berbagai alternatif penyelesaian masalah kita dan yakinlah Allah pasti akan memberi kemudahan. Dibarengi dengan usaha kita semaksimal mungkin kita juga diharuskan mengaitkan usaha kita itu kepada Allah SWT. 'Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.'
Optimislah dalam hidup ini, berusaha sekuat tenaga dan berharaplah hanya kepada Allah SWT. karena Tuhan kita yang Maha Penyayang benar-benar menyayangi kita semua.
Kepada pembaca yang punya masalah, optimislah ...
Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Readmore Baby...
Kamis, Juli 30, 2009
Doa Untuk Kekasih...
Untuk Seseorang Yang Telah Mengisi Ruang Hati Yg Dulu Hampa...
Allah yang Maha Pemurah...
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya.
Terima kasih untuk saat - saat indah yang dapat kami nikmati bersama.
Terima kasih untuk setiap pertemuan yang dapat kami lalui bersama.
Saya datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.
Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya..., janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya.., kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni..., dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya..., ya Allah tolong satukan hati kami..., bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya..., berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...
Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini..., lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...
Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya..., luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...
Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....
Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...
Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.
Amien.
Readmore Baby...
Enterpreneur Berdoa
Pernahkah saudara mendengar sebuah hadist bagaimana cara melantunkan sebuah doa versi tiga orang yang terkurung dalam sebuah gua, saya ingin ceritakan kembali versi singkatnya.
Rasulullah pernah mengabarkan mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, mereka semua berada dalam keputusasaan hingga salah seorang dari mereka berkata, "Sungguh tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dalam bahaya ini, kecuali bila kalian berdoa kepada Allah swt dengan menyebut amal-amal saleh yang pernah kalian perbuat. Kemudian salah seorang berdoa dengan menyebutkan amalan utamanya berupa memuliakan orang tuanya dibanding keperluan anak-anaknya sendiri, kemudian setelah dia uraikan amalannya dia berkata, "Ya Allah, jika aku berbuat itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini", maka bergeserlah sedikit batu itu, tetapi mereka belum bisa juga keluar. Kemudian orang kedua pun melanjutkan doanya yang berkaitan dengan amalan utamanya berupa menghindari diri dari perbuatan zina karena takut kepada Allah, dan dia berdoa, "Ya Allah jika aku berbuat itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini", maka bergeserlah sedikit batu itu. Tapi mereka belum juga bisa keluar, maka orang ketiga pun melanjutkan doanya mengenai amalan utamanya berupa menjaga amanat harta orang lain yang dikelolanya, dan dia berdoa, "Ya Allah jika aku berbuat itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini", maka bergeserlah sedikit batu itu, dan mereka pun bisa keluar dari gua itu. (HR Bukhari dan Muslim).
Dan pernahkah juga saudara mendengar ataupun membaca bagaimana Rasulullah melantunkan doa di kala sangat kritis sewaktu berkecamuknya perang Badar? Saya akan coba menguraikan kembali kisahnya secara singkat.
Kala itu setelah meluruskan barisan pasukan kaum muslimin, Rasulullah kembali ke tendanya dengan ditemani oleh Abu Bakar, dan tidak ada seorang pun kecuali keduanya. Lalu Rasulullah bermunajat kepada Rabb-Nya, dengan seluruh jiwanya ia menghadapkan diri kepada Tuhan-Nya, begitu dalam ia hanyut dalam doa.
Dalam permohonannya ia berkata, "Allahumma Ya Allah, ini bangsa quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha untuk mendustakan rasul-Mu. Ya Allah, berilah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan kaum kami pada hari ini, tiada lagi yang akan menyembah-Mu."
Sementara ia hanyut dalam doa sambil merentangkan tangan menghadap kiblat, mantelnya terjatuh. Ketika itu Abu Bakar menyaksikannya lalu meletakkan mantel itu kembali ke bahu Rasulullah, sambil ia berkata, "Wahai Nabi Allah, dengan doamu itu, sesungguhnya Allah pasti memenuhi janji-Nya kepadamu."
Tetapi sungguh pun begitu, Muhammad semakin dalam terbawa dalam aliran doa, dengan penuh ke-tawadhu-an dan kesungguhan hati ia terus memanjatkan doa, memohonkan pertolongan Tuhan-Nya dalam menghadapi peristiwa yang genting, yang oleh kaum muslimin sama sekali tidak diharapkan, dan untuk pertempuran itu pula mereka tidak memiliki persiapan.
Hingga karena letihnya dalam berdoa membuat Rasul tertidur, beberapa saat kemudian beliau terbangun dengan rasa gembira, dan bersabda, "Bergembiralah hai Abu Bakar, sungguh pertolongan Allah telah datang kepadamu. Inilah jibril sedang memegang kendali kuda. Ia menuntun kuda tersebut, dan gigi di depannya terdapat kematian."
Kemudian ia keluar menemui sahabat-sahabatnya, dikerahkannya semangat sambil berkata:
"Demi Dia yang memegang jiwa Muhammad, setiap orang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia tewas, maka Allah akan menempatkannya di surga."
Beberapa waktu lalu saya bertemu rekan lama, dia seorang pengusaha, kulihat sekarang kondisinya lumayan lah, mungkin bisnis yang dikelolanya cukup berhasil.
"Alhamdulillah", gumamku.
Saya ingat beberapa tahun silam dia pernah mengalami suatu ujian yang berat atas perusahaan yang dikelolanya, saat itu sering beliau mencurahkan isi hatinya kepadaku dan menceritakan beratnya ujian yang dialaminya, setelah setumpuk ikhtiar dilakukan, bisnisnya tak kunjung mendapatkan tanda-tanda akan selamat dari kebangkrutan, dan bukan saja bangkrut, bahkan akan terjerat hutang usaha yang sangat besar, dia katakan sekitar puluhan milyar siap untuk menjerat lehernya.
Bukan saja sisi nominal yang membuatnya sesak, tak kalah beratnya yang menjadi beban adalah tanggungan puluhan karyawan yang berada di perusahaannya, intinya menurut beliau pada saat itu adalah masa yang sangat mengguncang jiwanya, makan tak enak, tidur tak lelap, dan segala yang tak enak lainnya menghampiri beliau.
Yang kutahu, di sisi yang lain usaha beliau bukan saja terkait pada sektor bisnis, tetapi beliau juga aktif dalam melakukan pembinaan usaha berupa pesantren di suatu desa terpencil, pesantren tersebut tumbuh secara sehat, santrinya sekitar lima ratusan, tetapi jenis usahanya adalah nirlaba, atau tidak dikenakan biaya apa pun terhadap santri yang sekolah di pesantren tersebut.
"Usaha pesantren ini untuk cash flow langit", begitu ujarnya setiap kali saya tanyakan kenapa dia serius sekali mengelola usaha nirlaba ini.
Saya menjadi penasaran dan tercetus keingintahuan bagaimana caranya dia menyelesaikan masalah usahanya pada tahun-tahun silam. Karena saya melihat kondisi saat ini jauh berubah, lebih sukses bila dibandingkan pada saat itu.
Beberapa kali kupancing serentetan pertanyaan dari ketidaksabaranku, barulah ia bersedia untuk menceritakan kisahnya ...
Ya kawan karibku, tiada satu kekuatan yang dapat membantuku saat itu kecuali kekuatan Allah, tiada yang maha pengasih kecuali Allah pula, Dialah yang memberikan jawaban dan jalan keluar kepadaku. Kami ini makhluk yang sangat lemah dan hina, dan Dia lah Maha Kuat dan Maha Kaya. Tiadalah kejadian itu terjadi kecuali menambah kualitas keimanan kami, kami merasakan kasih sayang dan cinta-Nya.
Engkaupun tahu masalah yang kami hadapi saat itu, penuh dengan kesukaran, hati terasa sempit, kami ditinggalkan pula oleh kawan-kawan, tiada pihak yang ingin meringankan masalah kami saat itu, semua pihak menekan, menekan dan menekan setiap waktu.
Pada saat usaha kami jatuh, tiada akal lagi untuk mencari apa peluang pengganti usaha kami ini agar bisa melunasi hutang usaha yang berjumlah milyaran itu, sama sekali tidak ada ide, tertutup. Walaupun demikian kami tetap melakukan berbagai ikhtiar mencari solusinya, hingga sampai pada suatu waktu kami pasrah terhadap apapun keputusan-Nya.
Sering kali kami lantunkan doa untuk diberikan jalan keluar atau yang terbaik bagi kami, bahkan ribuan kali kami berdoa, bukan saja di saat sholat, bahkan dalam perjalanan pun tak lupa kami berdoa kepadanya, intinya lidah dan bibir kami basah dengan doa dan pujian.
Hari demi hari, minggu demi minggu, dan sekian bulan berlalu dalam kondisi tak menentu. Lalu sampailah pada satu saat aku berdoa di malam hari di tengah semua orang tertidur lelap, bersimpuh dan berdoa kepada-Nya, aku hanya ingat beberapa hadist dan kisah Kekasihku dalam melantunkan doa-doanya. Kemudian dia bercerita mengenai dua kisah di atas.
Aku coba ikuti cara Kekasihku, Muhammad, dalam berdoa pada saat-saat yang genting, dan kusesuaikan redaksi doanya dengan kondisiku.
"Ya Allah, Engkau Maha Tahu kondisi kami ini, kami sedang dibebani masalah, dan Engkau tahu pula bahwa dari hasil usaha yang kami upayakan kami kelola pula sebuah usaha pesantren, Engkau tahu kami tidak memungut biaya apapun pada mereka."
Jika memang amal ibadah tersebut kami lakukan hanya untuk meraih keridhoan-Mu, mohon Ya Allah berilah jalan keluar untuk kami.
Ya Allah, kami khawatir jika engkau tidak membantu hamba-Mu ini, kami khawatir keberlangsungan pesantren kami terhenti, akan ke mana perginya santri-santri tersebut.
Ya Allah, aku sayang mereka, kami iba dengan wajah mereka, curahkan kasih sayang-Mu pada mereka, dengan menolong usaha kami Ya Allah.
Engkaulah yang Maha Mengetahui hati hati kami, ikhlaskanlah hati kami, dan lapangkan hati kami apapun yang engkau putuskan, dan kami yakin apapun keputusan-Mu adalah yang terbaik bagi kami.
Tak kusangka doanya tersebut membuat jiwaku bergetar dan tak kuasa emosiku terlibat, nyaris kupeluk sahabatku itu, luar biasa makna dari doa tersebut.
Kemudian dia lanjutkan kembali, "Setelah kulantunkan doa tersebut, tak kusangka dalam waktu yang sangat singkat kasih sayang-Nya telah membuka sebuah jalan keluar yang tidak terduga, ibarat pintu gua yang tidak mungkin terbuka dalam kisah yang kuceritakan itu dengan izin-Nya menjadi terbuka".
Sambil menahan emosi, ia melanjutkan, "Tiba-tiba seorang relasi kami menawarkan suatu bisnis yang terbilang besar yang tidak pernah tersentuh oleh perusahaanku, bahkan bisnis tersebut di luar kapasitas secara materi maupun keahlian yang kami punya. Kala itu kami pikir bahwa peluang bisnis tersebut pastilah sudah diatur pemenangnya, paling-paling kalau ikut partisipasi juga, ya paling tidak hanyalah mengarak pemenangnya saja.
Saat itu, benar-benar aku tidak tertarik untuk memprosesnya. Kudiamkan saja. Tapi peluang itu datang lagi, datang lagi dan hadir kembali. Karena sering kali peluang yang sama itu selalu hadir, kucoba beranikan diri untuk memprosesnya.
Apa yang terjadi selanjutnya sungguh ku tak pernah menduganya. Kami mendapati ribuan kemudahan, kami memperoleh proyek tersebut dengan mudah, karena hanya perusahaan kami yang mengajukan proposal tender tersebut dan tidak ada pesaing sama sekali!
Ke mana para competitor yang besar? Ke mana mereka semuanya? Muncul keanehanku saat itu.
Bila Dia memutuskan sesuatu, tidak ada pihak pun yang akan mampu menghambat-Nya! Ini semuanya kemudahan dari-Nya, Dia permudah seluruh proses tersebut. Dan dalam jangka waktu yang singkat kami mendapati keuntungan tiga kali dari jumlah hutang kami! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Begitulah dia menceritakannya dengan penuh keharuan.
Selanjutnya kutahu, temanku itu menjadi orang yang selalu bersyukur dan dia yakin sekali bahwa pesantren tersebut telah menjadi amal andalan yang telah menjadi perantara doanya.
Kabar terakhir yang kuterima, pesantren tersebut menjadi semakin besar dan megah walaupun para santrinya tidak pernah terbebani oleh biaya apapun.
Nah, bagi para enterpreneur, tidak selamanya masa-masa menyenangkan hadir dari kehidupan seorang pengusaha, adakalanya masalah yang banyak terjadi justru sebuah ujian yang tidaklah ringan. Keberhasilan itu hadir setelah melewati masa masa sulit. Bukankah layangan akan terbang tinggi bilamana ada angin yang menerpanya?
Atau mungkin, bagi seorang pengusaha, janganlah berpikir hanya mengembangkan usaha untuk meraih keuntungan materi saja, tetapi cobalah mulai dipikirkan sebuah usaha alternatif yang bermanfaat buat orang banyak, yang akan dijadikan cash flow langitnya. Bisa saja usaha-usaha tersebut akan dan telah menjadi amalan andalan, yang bilamana kita terhimpit suatu masalah ataupun ujian yang berat, bisa dijadikan perantara atau tawasul untuk permohonan doa kita kepada Allah.
Terakhir, selamat berdoa. Allah Maha Mendengar rintihan hamba-hamba-Nya.
Untuk rekan-rekanku seperjuangan, saya hanya katakan bahwa jalan itu masih panjang!
Readmore Baby...
Penyebab Do'a Tak Terjawab
Do’a adalah otaknya ibadah. Kegiatan berdo’a juga merupakan salah satu sarana bagi seorang muslim mendekatkan diri kepada-Nya. Dan lebih dari itu, do’a adalah tambatan segala pinta kepada Yang Esa.
Setiap hari, bahkan setiap saat seorang muslim senantiasa melantunkan do’a, menyampaikan segala permohonan dan harapan baik dikala lapang, terlebih dikala sempit. Dan Allah pun berjanji akan mengabulkan permohonan seorang hamba yang memohon pada-Nya: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a kepada-Ku”, ……. (Q.S.Al Baqoroh : 186).
Namun seringkali…..sekian banyak do’a telah dilantunkan, sekian banyak majlis dzikir telah merebak bak jamur di musim hujan, istighosah kubropun entah berapa kali dilaksanakan……kenyataanya, do’a tak kunjung mendapat jawaban. Persis seperti kondisi di negri ini. Krisis ekonomi tak kunjung berakhir, bencana demi bencana silih berganti menimpa. Berbagai upaya do’a telah dilakukan bersama, namun Alloh belum jua memberikan asa yang kita pinta. Gerangan apakah penyebab do’a-do’a kita belum terjawab?
Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham), Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa, tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Alloh?
Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai penduduk Basrah, karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah, tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Setiap hari kalian membaca Al-Quran, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul, tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. Setiap hari kalian membaca ta’awudz, berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu, tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga, tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. Katanya kalian takut masuk neraka, tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan, tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah, tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu, tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu."
Terakhir ia mengatakan, "Wahai penduduk Basrah, ingatlah sabda nabi, "Berdoalah kepada Allah, tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main."
Kisah lain terjadi ketika di Basrah Irak, dilanda kekeringan, kesulitan air dan hujan tak jua turun. Maka penduduk Basrah sepakat untuk mengadakan sholat istisqo’ untuk meminta hujan. Para ulama dan tokoh masyarakat hadir untuk melakukan sholat dan berdo’a meminta keridhoan Alloh menurunkan hujan. Namun hingga beberapa kali sholat istisqo’ dilaksanakan, hujanpun tak jua turun.
Hingga suatu malam di masjid, usai sholat istisqo’ siang harinya, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani melihat seorang berkulit gelap, berwajah sederhana, dengan betis tersingkap yang terlihat kecil, dan perut buncit datang di malam buta, ketika masjid telah sepi. Yang belakangan diketahui Malik bin Dinar, ia adalah budak seorang yang sangat kaya raya di Basrah, yang malamnya habis untuk menangis karena bermunajat kepada Alloh dan siangnya habis untuk sholat dan puasa.
Budak tersebut di masjid melakukan sholat dua rakaat dengan bacaan surat yang tidak terlalu panjang. Ruku’ dan sujudnya juga sama pendeknya dengan lama berdirinya. Usai sholat dia menengadahkan tangan ke langit sambil berdo’a yang di dengar oleh Malik bin Dinar:” Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya”.
Setelah mendengar itu Malik bin Dinar berkata, “ Belum lagi dia menyelesaikan perkataannya, angin dingin tebal menggelayut di langit. Kemudian tidak lama, hujan turun dengan begitu derasnya. Subhaanalloh, do’a seorang budak yang serta merta dikabulkan-Nya.
Kini.....marilah kita berkaca diri. Ketika do’a-do’a kita tak di dengar, ketika do’a-do’a kita tak terjawab, barangkali ada diantara sepuluh hal yang dikemukakan oleh Ibrahim bin Adham di atas terjadi pada diri kita. Bila memang ada, sudah selayaknyalah kita berbenah diri. Beristighfar sebanyak-banyaknya, demi memperoleh ampunannya. Melakukan taubat, taubatan nashuha, sambil terus berusaha melakukan berbagai upaya yang mendukung terhadap hal-hal yang kita pinta. Dan jangan pernah berhenti berdo’a, karena Alloh akan menganggap kita sebagai orang yang sombong bila kita tidak memohon pada-Nya. “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kamu kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” ( Q.S.Al Mu’min:60).
Robb......bimbinglah kami, agar kami menjadi orang-orang yang senatiasa menggantungkan diri hanya kepada-Mu, dan senantiasa mengharap rahmat-Mu. Aamiin. Wallohu a’lam bishowwab.
Readmore Baby...
