Orangtua mana yang tak bergidik mengetahui data tentang perilaku seks bebas remaja Indonesia masa kini dibawah ini. Seks bebas sungguh telah menjadi hal biasa! Bagaimana cara menangkalnya? Penelitian di pelbagai negara menemukan bahwa anak remaja akan terhindar dari keterlibatan dengan seks bebas, jika mereka dapat membicarakan masalah seks dengan orang tuan. Artinya, orang tua harus menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anaknya! Telah siapkah kita, para orangtua menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anak kita? Bagaimana meluweskan lidah kita agar tak kelu ketika harus bicara saru dengan anak-anak kita?
KH Abdul Rasyid Abdullah Safii terlihat resah sekali. Pemimpin Yayasan Perguruan Islam As-Syafi’iyah ini memberikan beberapa lembar kliping koran. ”Tolong baca ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada bangsa ini,” katanya singkat. Kiai Rasyid tak banyak bicara, namun raut wajahnya memperlihatkan betapa ia risau betul atas pemberitaan media massa itu.
Fotokopi kliping berbagai media itu, ketika saya baca, memang sangat merisaukan. Media Indonesia (6/1) mengutip Kantor Berita Antara menulis, ”85 Persen Remaja 15 Tahun Berhubungan Seks”. Warta Kota (11/2) memberi judul, ”Separo Siswa Cianjur Ngesek”. Kemudian, Harian Republika terbitan 1 Maret 2007 menulis, ”Penyakit Menular Seksual Ancam Siapa Pun”. Dalam berita itu ditulis pula, ”Hampir 50 persen remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah.”
Berita di Republika mengutip hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Survei dilakukan pada 2003 di lima kota, di antaranya Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Hasil survei PKBI, yang juga dikutip Media Indonesia, menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.
Ironisnya, menurut Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri –rumah tempat mereka berlindung. Sebanyak 50 persen dari remaja itu mengaku menonton media pornografi, di antaranya VCD. Dari penelitian itu pula diketahui, 52 persen yang memahami bagaimana kehamilan bisa terjadi.
Penelitian lain dilakukan Annisa Foundation, seperti dikutip Warta Kota. Diberitakan, 42,3 persen pelajar SMP dan SMA di Cianjur telah melakukan hubungan seksual. Menurut pengakuan mereka, hubungan seks itu dilakukan suka sama suka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Penelitian ini dilakukan Annisa Foundation (AF) pada Juli-Desember 2006 terhadap 412 responden, yang berasal dari 13 SMP dan SMA negeri serta swasta.
Laila Sukmadewi, Direktur Eksekutif AF, mengatakan hubungan seks di luar nikah itu umumnya dilakukan responden karena suka sama suka. Hanya sekitar 9 persen dengan alasan ekonomi. ”Jadi, bukan alasan ekonomi. Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 90 persen menyatakan paham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa,” ujar Laila. Dijelaskan, sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas, sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus interuptus.
Fakta-fakta itu telah menjelaskan kerisauan KH Rasyid. Ia berujar dalam nada getir, ”Bencana yang terus menimpa bangsa ini dapat diperbaiki, namun bencana akibat rusaknya moral, bagaimana memperbaikinya?” Tidak hanya KH Rasyid, siapa pun yang peduli terhadap bangsa ini, tentu menarik napas dalam-dalam. Betapa pilu, para remaja itu paham pada ajaran agama, paham dosa, dan akibat yang ditimbulkannya. Pasti ada yang salah terhadap bangsa ini.
Tayangan televisi, media-media berbau porno, semakin mendekatkan para remaja itu melakukan hubungan seks di luar nikah. VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000. Sekali dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan. Sistem pendidikan yang mengejar angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu.
Hasil survei itu semestinya menyadarkan kita, para pendidik, orang tua, ulama, pengelola televisi, media massa, dan tentu juga pemerintah. Angka-angka yang terungkap itu, boleh jadi puncak gunung es. Setelah ini, apakah kita membiarkan bencana moral itu terus berlangsung –yang nauzubillahdapat saja menimpa keluarga kita?
Ya Allah, ini bencana yang nyata dan sangat menakutkan ….
Readmore Baby...
Rabu, Juli 01, 2009
Seks Bebas Remaja Indonesia Merajalela
Seks Bebas Remaja AS Dan Eropa Dimulai Usia 15 Tahun
Survei pada 24 negara di Amerika Utara dan Eropa menunjukkan bahwa perilaku seks remaja sudah dimulai sejak usia 15 tahun.
Survei dilakukan kepada 33.943 di 24 negara dan dikerjakan Service Médical du Rectorat de Toulouse tersebut, menunjukkan 13,2 % remaja berperilaku seks aktif semenjak usia 15 tahun dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Sementara 82% lainnya, menggunakan alat kontrasepsi.
Dr Emmanuelle Godeau dari Service Médical du Rectorat de Toulouse menyatakan, mayoritas remaja AS dan Eropa bertanggung jawab dalam melakukan perilaku seksnya.
"Melindungi diri mereka sendiri dan rekannya untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi kondom atau pil," katanya.
Meski demikian, menurut Emmanuelle, di beberapa negara masih diperlukan promosi perilaku seks yang lebih bertanggung jawab pada remaja.
Prosentase remaja usia 15 tahun yang menyatakan hubungan seksual (intercourse) bervariasi pada beberapa negara, antara 14,1% di Kroasia hingga 37,6% di Inggris.
Remaja pria lebih condong melakukan perilaku seksual intercourse ketimbang remaja perempuan. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling populer di antara mereka. Bagaimanapun presentasi penggunaan kondom pun bervariasi dan berbeda di tiap negara, mulai 53% di Swedia dan 89% di Yunani.
"Kondom meskipun bukan metode terbaik untuk mencegah kehamilan, namun bisa melindungi penularan penyakit seksual. Angka kegagalan kondom mencegah kehamilan pada tahun pertama penggunaan sebanyak 14,5%," katanya.
Sedangkan pil kontrasepsi, lanjutnya, merupakan alat kontrasepsi kedua yang paling banyak digunakan oleh remaja yang disurvei tersebut. Sama dengan halnya kondom, penggunaan pil pun beragam dari berbagai negara, mulai 3% di Kroasia hingga 48% di Belgia dan Belanda.
Penggunaan keduanya yakni kondom dan pil, juga relatif sering dilakukan oleh remaja AS dan Eropa. Yakni mulai 2,6% di Kroasia dan 28,8% di Kanada. Sedangkan di Eropa Utara dan Barat, penggunaan pil kontrasepsi adalah sesuatu yang tidak umum.
"Ini nampak seperti ada pola berdasarkan geografi dalam penggunaan alat kontrasepsi. Hasil survei menunjukkan bahwa presentasi penggunaan alat kontrasepsi tertinggi dan efektif adalah di Eropa Barat," paparnya.
Menurut dia, tidak ada negara dari Eropa Tengah atau Timur, dengan pengecualian Masedonia, yang memiliki presentasi tinggi penggunaan alat kontrasepsi. Sehingga remaja-remaja di sana kurang terlindungi dengan baik.
Dr John Santelli dari Universitas Kolumbia, New York menyatakan hasil survei tersebut memang rasional. Dengan tingkat penggunaan alat kontrasepsi yang tinggi, maka angka kehamilan pada usia remaja menjadi rendah seperti yang terjadi di Belanda.
"Negara ini secara kuat menerima pesan bahwa penggunaan alat kontrasepsi harus dipastikan bisa diakses oleh remaja. Serta mereka juga harus mendapatkan pendidikan seks secara benar," paparnya. "Contoh tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab. Yakni perilaku seksual remaja pasti selalu memberi konsekuensi jangka pendek maupun panjang," lanjutnya.
Sementara di Australia, dilaporkan bahwa satu dari lima remaja perempuan secara sengaja mengakses pornografi melalui internet yang mendorong mereka untuk menirunya. Sementara sepertiga remaja mengaku, sering diganggu atau digoda seseorang yang sedang online. Ahli Psikologi Remaja, Dr Michael Carr Gregg menyatakan, beberapa remaja perempuan telah melakukan perilaku seksual meniru dari apa yang dilihatnya di internet.
"Ilusi dunia maya itu memberikan mereka keberanian untuk mempraktekkan di dunia nyata," katanya. "Saya berfikir hasil survei telah membuka mata kita. Bahwa situasi remaja kita sudah semakin buruk," tuturnya.
Survei di Negara Australia ini, diikuti oleh 800 remaja perempuan dengan usia 12-18 tahun melalui situs web yang dilakukan selama satu tahun. Survei ini menemukan bahwa 25% dari remaja itu merasa diganggu dan digoda secara online. Sedanhgkan, lebih dari 40% mengaku telah diminta untuk mengirimkan gambar telanjang foto dirinya atau setengah telanjang melalui internet.
Readmore Baby...
Sketsa Remaja Masakini
Pergaulan remaja masa kini menurut sepengetahuanku sangat mengkhawatirkan. Apalagi kita sekarang ada di era globalisasi dimana kebebasan telah diterapkan oleh sebagian kaum muda. Memang yang namanya pergaulan itu bermakna buruk. Sah-sah aja kalo kita bergaul dengan banyak orang. Asal orang yang kita ajak temenan itu orang yang positif yang dapat menebarkan kebaikan kepada kita.
Yang dinamakan bergaul itu bukan budaya berpacaran lalu kita di anggap bergaul. Kalimat pacaran di Islam itu tidak boleh dilakukan. Tapi mengapa banyak sekali orang yang menganggap itu baik ? Padahal orang yang ngelakuin pacaran itu sama aja mendekati pada perbuatan zina. Pacaran bukan merupakan adat kita, ini merupakan budaya bangsa barat yang banyak dicontoh kaum muda sekarang. Adalagi yang bilang pacaran itu boleh asal secara Islami, padahal jelas-jelas Islam melarang hal itu. Jadi jelas ga ada yang namanya pacaran. Orang yang dapat dianggap gaul adalah orang yang mengikuti trend masa kini. Biasanya trend itu asalnya dari luar negeri. Mereka lebih suka memakai produk luar negeri agar dianggap gaul di mata orang lain. Kalo trend itu ga ngaruh apa-apa dan kalo bisa menju hal positif ya ga papa sih. Tapi kalo menjerumuskan ke negative? Wah gawat tuh perlu dicegah secepatnya. Tapi alangkah baiknya jika kita mencintai produk dalam negeri. Toh sama aja kan ! kita Cuma kalah merek dan kualitas aja. So, kita sebagai generasi penerus wajib buat produk atau ngembangin produk yang berkualitas, yang nantinya dapat bersaing di dunia Internasional. Betul ga ??
Pergaulan zaman sekarang sangat perlu pengawasan ketat, khususnya orang tua wajib memberi kepedulian penuh terhadap putra-putrinya di rumah. Di kota metropolitan saat ini, terkenal dengan ganasnya pergaulan. Maksudnya, pergaulan disana sebagian orang berpendapat dapat menjerumuskan menuju hal yang negative. Misal dengan mengikuti gank atau kelompok tertentu dimana biasanya mereka menyukai kebut-kebutan, pemakai narkoba, suka free sex dan lain sebagainya. Aku ga nuduh siapa-siapa tapi biasanya, dan inipun juga banyak terjadi di sekiling masyarakat. Ini membuat sekaliling masyarakat yang peduli akan masa depan remaja trenyuh dan khawatir jika hal ini semakin berlanjut.
Kalo nurut aku bergaul itu boleh aja. Maksudnya bergaul ala aku adalah punya temen sebanyak-banyaknya yang positif dan dapat mengajakku ke dalam kebaikan. Terus kita menjalin persahabatan, membuat jaringan pertemanan lalu saling tukar informasi sana-sini, belajar kelompok bareng, sharing-sharing, main bareng dan lain sebagainya. Sehingga jika kita ditanya seseorang tentang suatu hal so, kita bisa ngejawabnya dengan mudah dan nyambung banget dengan permasalahan yang kita hadapi. Itulah yang dimaksud orang yang gaul, orang yang ngerti semua hal, semua informasi yang ada dan paham dengan apa yang ia kerjakan dan yang dibicarakan. Yah kayak gitu deh,… jadi orang yang gaul ga mesti kudu pacaran, lebih baik punya temen banyak kan daripada Cuma satu itu-itu ajah… Jodoh sudah ditangan Tuhan, so kita tugasnya memohon dan berdoa ajah, yang diselingi usaha juga. Tapi itu nanti, kalo kita uda punya duit dari hasil kerja, kita boleh cari tuh pasangan. Kalo masih sekolah, mending kamu focus aja tuh ma sekolah kamu. Tingkatin prestasimu biar ortumu seneng, orang lain seneng dan kamu banyak dikenal orang. So, gampang kan kalo uda gitu. Mau cari apa aja mudah banget… “There is no impossible. You can if you think you can ! Do the best for future….. “
Readmore Baby...
Terlalu Vulgar Memotret Remaja
Temannya jadi pekerja seks, satu lagi tampil di VCD porno, sedangkan dia menjadi pengarang sukses dengan mengangkat kisah temannya. Inilah yang menurut film "Virgin" potret remaja kini. Masa sih?
Virgin, film yang dirilis dengan lanjutan judul "Ketika Keperawanan Dipertanyakan" niatnya ingin menunjukkan potret remaja metropolitan yang didalamnya tumbuh fenomena "rusak bersama". Di tengah semua remaja-remaja yang rusak itu, ada seorang remaja yang digambarkan tetap teguh memegang nilai, dalam artian ini yang dimaksud adalah keperawanan.
"Bisa dibilang itulah potret remaja kita sekarang. Jaman sudah berubah, kita harus berani buka mata kita. Kita harus berani lihat luka kita, kalau realitasnya sekarang memang seperti ini," ujar sutradara Hanny R Saputra usai pemutaran perdana "Virgin" di Plaza Senayan, Selasa (9/11/2004).
Virgin mengangkat tiga orang toko! h. Stella, anak orang kaya, yang seperti di film-film lainnya digambarkan kurang perhatian dan akhirnya menjadi anak broken home. Temannya, Ketie adalah anak yang lahir dari hubungan di luar nikah. Dia berasal dari menengah kebawah. Terakhir sang tokoh baik, Biyan.
Ayah Biyan kerap bermain perempuan sehingga keluarganya hancur. Sedangkan Biyan, karena tak ingin seperti wanita-wanita yang kerap ditiduri apanya, memilih untuk mempertahakan keperawanannya. "Bagi gue, kehilangan virgin (keperawanan) sama seperti kehilangan harga diri," tulis Biyan pada diarinya.
Untuk yang tak terlalu mengenal anak gaul dengan definisi Hanny Saputra penonton sangat mungkin terkaget-kaget melihat penggambaran remaja dalam film ini. Apa benar remaja kita sudah begitu jauh kebebasannya? Benarkah mereka sudah kebablasan?
Lihat saja ketika adegan dibuka dengan perbincangan ringan tiga orang sahabat di sebuah kaf! e di mal. Tanpa malu-malu pada pengunjung cafe lainnya, Stella memasukan ponsel berkameranya ke dalam seragam sekolahnya dan mengambil gambar dadanya. Kemudian dia melakukan hal yang sama kepada temannya, Biyan. "Tuh kan punya lo lebih gede," lalu datang Ketie, Stella kembali melakukan hal yang sama. "Haha, ternyata Ketie yang paling gede," mereka pun tertawa. Usai tertawa, Ketie mengejutkan temannya dengan sebuah pernyataan. "Gue ingin ngelepasin virgin gue!".
Untuk seks apa duit?" tanya Stella. Dengan tegas Ketie menjawab "Ya duit dong!"Kata-kata Ketie tersebut disambut gembira oleh Stella, "tuh kan gue tau lo nggak bertahan lama."
Sementara Stella dan Ketie menyusun rencana mencari om-om untuk melepas keperawanannya, Biyan hanya bisa terdiam. Walau dalam hati tak setuju ia hanya bisa diam dan membiarkan temannya itu melancarkan aksinya.
Tak lama seorang om pun ditemukan. Ketie datang men! ghampiri dua temannya, "dia mintanya 5 juta". "Minta 15, ya mentok-mentok 10lah," ujar Stella tenang.
Negosiasi lancar, di toilet khusus orang cacat di mal tersebut hilanglah keperawanan Ketie demi sejumlah uang yang akan digunakan untuk membeli handphone kamera dan baju-baju cantik demi pergaulan.
Tak hanya dirayakan dengan belanja habis-habisan. Pulang dari mal, dengan muka bahagia Ketie yang duduk di kursi belakang mobil melepas BH nya. Lewat jendela mobil yang sedang berjalan di tengah jalan raya Ketie mengeluarkan badannya, melambai-lamaikan BH nya dan melemparkannya ke mobil belakang yang kebetulan diisi om-om. Tentu saja si om kegirangan melihat aksi tersebut.
"Fenomena remaja kini mudah terpengaruh sama trend. Nah untuk menenuhi kebutuhan itu mereka masih tergantung sama orang tua. Nggak mungkin semua kebutuhan tren itu minta sama orang tua, makanya biasanya mereka terjerumus dalam hal-ha! l yang nggak bener," ujar Hanny Saputra sang sutradara beralasan tentang adegan-adegan nakal di filmnya.
Makin Tidak Halus
Semakin ke belakang film ini tak semakin halus lagi. Ketie yang sudah resmi tak perawan semakin giat mencari pelanggan di usianya yang 16 tahun. Dia baru sedikit terhenyak ketika seorang om-om melakukan kesalahan.
Kepada Biyan ia mengadu. "Aduh. Om itu. om itu..,". Adegan dipotong sampai disitu, menurut sang sutradara harusnya kata-kata selanjutnya adalah, "om itu keluar di dalam".
Namun kata-kata tersebut tak lolos di LSF. Hanny sebenarnya mengaku berat menerima putusan LSF karena niatnya memperlihatkan keliaran remaja menjadi kurang tergambarkan dengan baik.
Usai kata-kata tadi, temannya Stella menyambut dengan tawa. "Gitu aja pusing, minum obat peluntur, terus loncat loncat aja,"ujar Stella santai. Lalu, loncat-loncatlah Ketie di kamar mandi sekolahnya yang sempit demi menghindari kehamilan.
Tema seks sangat kental dalam film ini. Tapi maksud dan tujuannya tidak jelas. Semata-mata hanya ingin menunjukan potret remaja sekarang yang demi uang dan gaya hidup rela mengorbankan harga diri. Sekolah sebagai embaga pendidikan pun sepertinya diabaikan.
Berangkat kesekolah dengan rok super mini dan kancing yang terbuka sampai dada merupakan hal yang lumrah di sekolah antah berantah dalam film ini. Belum lagi tindikan dan tatto yang sudah dianggap sebagai asesoris sehari- ari.
Ada pula adegan dimana ketika ingin memamerkan tatonya, para siswi tak malu membuka bagian belakang roknya di depan kelas dan memamerkan tato tersebut kepada semua temannya dari jarak dekat.
Pelajaran "bergaul" yang dipaparkan dalam film ini memang sangat lengkap. Selain rokok slim yang tak pernah lepas dari tangan para tokoh dan minuman keras yang menjadi penghias tetap film, kata-kata kasar juga hal yang sangat biasa. Tak terhitung berapa kali penggunaan kata "A****", "F***", "S***" dan kata-kata makian gaya barat lainnya.
Semua karakter dalam film Virgin juga dipukul rata, menjadikan seks sebagai tema utama. Dalam suatu adegan tampil Ari Sihasale sebagai sutradara. Ketika harus memainkan adegan low scene, sang aktris tampak kaku. Ale sang sutradara dengan kesal berteriak. "Gimana sih, kayak nggak pernah ML aja, kaya nggak pernah ciuman." Bukannya kesal sang aktris menjawab," habis mulutnya bau om".
Lihat pula dialog berikut hingga perlu untuk memunculkan pertanyaan. Seperti inikah profil remaja saat ini? Sebuah botol diputar, yang ditunjuk oleh botol harus melepas pakaiannya. Ketika sudah mencapai puncak, melepas pakaian sepertinya mulai membosankan untuk mereka. Taruhan pun digandakan berkali-kali lipat.
"Lo pilih SP (oral sex) atau bugil," tantang Luna pada Stella. "Tanggung! ML aja sekalian," jawab Stella tak mau kalah. "Okey dua orang," Luna menjawab lagi. "Tiga sekalian," Stella menutup bursa taruhan. Setelah botol menunjuk sang korban, para lelaki yang ada di lokasi pun menggila. Sang korban langsung dibawa masuk ke sebuah mobil untuk membayar taruhannya tersebut.
Tidak Memberi Pelajaran
Penggambaran emosi yang cepat berubah dalam film ini cukup sering. Usai ditimpai kemalangan tak perlu banyak waktu untuk mengembalikan mood ereka, uang atau pesta saja sudah cukup membuat senang. Waduh!
"Remaja memang gitu. Agak bias antara kepedihan dan kesenangan dan kemudaan, mereka gampang berubah," jelas sutradara Hanny Saputra.
Film yang lolos dengan label dewasa ini agaknya sudah lari dari niat memberi pelajaran bagi para remaja. Belajar bagaimana bergaul yang buruk. Belajar bagaimana berpakaian yang buruk di sekolah maupun di luar sekolah, belajar menggunakan kata-kata kasar, dan belajar mengikuti kehidupan barat yang bahkan lebih barat dari aslinya.
Tak pantas rasanya jika film ini mengklaim sebagai gambaran remaja Jakarta. Apalagi sutradara Hanny Saputra mengakui kalau ia hanya melakukan riset selama dua minggu, itupun hanya di kawasan parkiran Senayan saja.
Readmore Baby...
Penggunaan Bahasa Remaja Masa Kini
Pernah melihat liputan sebuah acara pentas sekolah di TV? Pernah mengamati bagaimana kaum remaja menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para wartawan? Kira-kira beginilah :
"Emm, pokoknya acara asyik banget, band-band yang tampil keren banget, musiknya OK, ya pokoknya te-o-pe deh!"
"Gila, acaranya keren banget gitu, lho! Aduh pokoknya keren deh... Pokoknya yang nggak dateng nyesel aja!!"
"Wah, pokoknya gua salut lah sama panitianya. Acaranya keren abis, booo!!"
Lalu bagaimana kalau dimintai komentar, misalnya tentang seorang artis favoritnya, katakanlah Jennifer Lopez?
"Wah Jennifer Lopez itu top banget, gitu lho! Bodinya seksi, suaranya bagus, cantik banget, aduh pokoknya keren deh!"
"Iya, gua demen banget sama J-Lo. Dia tuh udah seksi, jago nyanyi, udah gitu jago nge-dance lagi! Wah, tipe gua banget, tuh!"
"Gua suka J-Lo.... karena apa ya? Ya karena dia keren aja, gitu!!!"
Entah bagaimana pendapat para guru di sekolah, yang jelas saya merasa prihatin dengan kondisi kemampuan berbahasa kaum remaja kebanyakan. Taufik Ismail sebelumnya sudah seringkali memperingatkan semua orang tentang betapa kurangnya pengajaran bahasa dan sastra Indonesia baik dari segi kualitas dan kuantitas. Saya percaya sang ikon sastra Indonesia itu memang benar.
Masalahnya bisa merembet kemana-mana. Dengan kemampuan berbahasa seperti ini, maka bisa dibayangkan bagaiman buruknya kualitas komunikasi yang terjadi di dunia remaja. Mereka tidak bisa menyampaikan maksudnya dengan baik. Sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan bahasa non-baku, asalkan maksudnya tersampaikan. Tapi dari enam contoh kalimat di atas, berapa banyakkah informasi yang bisa kita dapatkan?
Dengan kondisi seperti ini, wajarlah kiranya jika para siswa sekolah jauh lebih memilih mengerjakan soal-soal pilihan ganda daripada esai. Masalahnya jelas : mereka tidak mampu menyampaikan maksudnya dengan baik ; dengan cukup jernih sehingga bisa dimengerti oleh orang lain. Kalau cuma sekedar bilang "si A keren", "acara ini bagus", "desainnya ciamik" dan sebagainya, siapa pun bisa melakukannya. Tapi tidak ada yang mengerti maksud pembicaraannya sebenarnya. Keren seperti apa? Mengapa ia dibilang keren? Apa yang membuatnya merasa ia lebih keren daripada yang lain? Tidak ada secuil pun informasi!
Gaya berbahasa berkaitan erat dengan bahan bacaannya. Kalau yang dibaca remaja selalu masalah-masalah percintaan yang beraliran gombalisme, maka tidak heran jika pikiran mereka pun tidak terbiasa dengan hal-hal lain yang sebenarnya sangat penting. Jika pikirannya hanya disibukkan oleh hal-hal semacam itu, maka jangan heran jika mereka cenderung menghindar dari pembicaraan-pembicaraan serius (dan tentu juga tulisan-tulisan yang serius).
Menurut saya, di sekolah-sekolah, di milis-milis, atau di perkumpulan-perkumpulan pengamat bahasa dan sastra semacam FLP, misalnya, perlu digalakkan kebiasaan menyatakan pendapat. Apa pun pendapatnya, setiap orang harus bisa menyampaikannya dengan baik. Apa pun fenomena yang diamati, pasti benak setiap orang memiliki pendapat masing-masing. Mustahil ada manusia yang tidak memiliki pendapat. Yang ada hanyalah manusia yang tidak mampu atau tidak berani menyatakan pendapatnya itu.
Masalah komunikasi memang bisa berimplikasi kemana-mana. Hanya karena salah bicara, sepasang suami-istri bisa menemui perceraian. Karena maksud yang tidak tersampaikan, sudah tidak terhitung banyaknya manusia yang menyesal. Dan karena ketidakmampuan kita dalam merangkai kata, begitu banyak diskusi yang menemui kebuntuan. Singkat kata, kegagalan dalam berbahasa bisa berakibat fatal!
Readmore Baby...
Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini
Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik, media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif sekaligus negatif. Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing.
Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Begitu juga, handphone yang telah membantu komunikasi sesama manusia untuk kapan saja meskipun satu dengan yang lainnya berada di dunia Utara-Selatan atau belahan Timur - Laut.
Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif . Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman/pengetahuan, etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna.
Inilah titik permasalahannya bagi anak dan remaja. Penyaring internal (pemahamam, etika dan sikap) anak dan remaja kita masih sangat rapuh. Di era kompleksitas arus kehidupan saat ini, orang tua (terutama di perkotaan) telah kehilangan daya mendidik dan membangun keluarga bagi anak-anaknya. Hal ini diperparah dengan maraknya “racun-racun” yang diterima oleh anak-anak kita saat ini. Adegan-adegan kekerasan, seksual, mistik, dan hedonisme di media TV, koran dan internet, serta sistem pendidikan sekolah yang gagal membangun karakter anak, telah menyerang anak-anak kita saat ini.
Di sisi lain, rendahnya regulasi dan law inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan oknum-oknum perusak generasi muda kita “berkembang biak: secara pesat. KKN antara pihak penguasa dengan pengusaha dalam regulasi, publikasi dan distribusi media menyebabkan jutaan pemimpin masa depan Indonesia di ujung kepunahan. Sederet keprihatinan anak dan remaja saat ini seperti kenakalan remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, dan kecanduan game on line hampir menuju budaya “gaya hidup” remaja masa kini.
Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :
- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Pengakuan Siswi SMA, Beginikah Remaja Kita?
“Sekarang gue lagi jomblo. Sudah dua tahun putus. Sakit juga! Habis pacaran empat tahun, dan sudah kayak suami-istri. Dulu, tiap kali ketemu, gejolak seks muncul begitu saja. Terus ML (making love) deh. Biasanya kita lakuin kegiatan itu di hotel. Kadang di rumah juga, kalau orang rumah lagi pergi semua. Kalau rumah nggak lagi sepi ya paling cuma berani ciuman dan raba sana-sini. Buat gue, semua itu biasa. Gue nglakuinnya karena merasa yakin doi bakal jadi suami gue. Gue nggak takut dosa. Kan kita sama-sama mau, jadi nggak ada paksaan. Dosa terjadi kan kalau ada paksaaan. Gitu menurut gue! Waktu putus, gue nggak nyesel sudah nglakuin itu, habis, mau gimana lagi! Santai saja! Tentang pendidikan seks, gue nggak pernah terima dari orangtua. Paling dari teman, majalah, buku, atau film”
Itulah penuturan Neila (samaran), pelajar kelas 3 sebuah SMA di kotaku, yang baru saja menjalani UAN. Tanpa beban, remaja manis bertubuh mungil ini menceritakan pengalamannya. Ia dan sang kekasih tahu harus melakukan apa supaya hubungan seks pranikah itu tidak membuatnya hamil.
Sampai saat ini, Neila yakin orangtuanya sama sekali tidak tahu perilaku putri keduanya itu. ”Gue nggak bakal ceritalah, bisa mati mendadak mereka. Teman malah ada yang tahu, tentu saja yang punya pengalaman sama,” katanya sambil memilin-milin rambutnya.
Menurutnya, ML di kalangan remaja sekarang bukan hal yang terlalu asing lagi. Malah, ada yang sengaja merayu pria dewasa yang bisa ditemui di mal dan tempat umum lain, untuk mendapatkan uang atau barang berharga, seperti telepon seluler model terbaru, jam tangan bermerek, baju, sepatu, tas, dan sebagainya. ”Bukan profesi sih, cuma iseng. Hitung-hitung bisa buat gaya. Mending gue `kan, yang nglakuinnya cuma sama pacar dan bukan demi duit,” sergahnya.
Sudah seharusnya kita kembali ke akar budaya bangsa kita. Jauh sebelumnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki nilai akar (root value) budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesusilaan seperti tertuang dalam falsafah dan nilai Pancasila. Kondisi yang menimpa generasi muda saat ini, harus dibina dan dididik agar mereka menjadi pemimpin yang memiliki moralitas yang tinggi untuk membangun bangsa dan negaranya.
Semua pihak haruslah merasa bertanggung jawab atas kasus ini. Disamping orang tua, peran masyarakat sangatlah penting. Sistem pendidikan kita juga harus diubah. Jangan naikkan anggaran tanpa meningkatkan nilai yang sesungguhnya dari pendidikan. Pemerintah sudah seharusnya tegas melaksanakan undang-undang, dan para pengusaha, pedagang, dan web internet cobalah berhenti menyebarkan hal-hal yang merusak (karena generasi kita masih rapuh).
Hal-hal yang harusnya dilakukan:
- Pemerintah filtrasi tegas sinetron, film atau iklan yang berisi kekerasan seksual, pergaulan bebas, mistis-religi, kekerasan-religi, ramalan serta judi.
- Menindak tegas para pelanggar UU Perlindungan Anak
- Menfilter situs-situs porno di Indonesia. Hingga saat ini saja ada 6 Situs Porno yang Paling Banyak diakses di Indonesia. click
- Membangun Youth Centre, pusat pendidikan dan kreasi bagi remaja-remaja agar beraktivitas yang positif.
- Secara aktif mengontrol promosi (iklan) dan peredaran rokok.
- Memprioritaskan program pencegahan perdagangan anak, eksploitasi seksual komersial anak, dan narkoba.
- Edukasi pada masyarakat bahwa jangan mengasingkan anak-anak (yang menjadi korban), bantulah mereka untuk keluar dari permasalahan mereka (material maupun moril).
Readmore Baby...
Don't Ask Me About Love
“Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. Ia bermula dari ujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda“. (Kahlil Gibran).
Cinta itu buta. Ada ungkapan yang bilang seperti itu. Karena jika kita mencintai seseorang, semua yang buruk-buruk tentang seseorang itu seolah lenyap, yang nampak hanya yang baik. Jika kita mencintai seseorang, kadang semua rasio kita hilang, semua akal sehat kita lenyap. Semua apa yang tak mungkin menjadi mungkin atau dipaksa menjadi mungkin.
Tadi siang ada teman (sebut aja Bunga) yang curhat. Dia baru ditinggalin cowonya karena ada orang lain yang suka dengan cowonya itu sejak dari dulu, dan yang terpenting dia seiman dengan cowonya itu. Lima tahun padahal mereka menjalin hubungan. Wasting time banget ya? Lima tahun perjalanan akhirnya kandas karena masalah yang prinsip itu, perbedaan iman. Yang Bunga ngga habis pikir, kenapa mereka ngga memikirkan itu ketika pertama kali jalan bareng? Apalagi sejak semula mereka tahu dan sadar bahwa masing-masing ngga akan bisa ikut ke kepercayaan yang lain karena latar belakang keluarga mereka sama-sama kuat dalam hal agama. Yang lebih tragis lagi, si cowo itu langsung menjalin hubungan lagi dengan cewe lain yang katanya udah lama suka dia dengan alasan dia mau serius menjalin hubungan dengan orang yang seiman. Loh..memangnya dulu dia ngga serius gitu waktu jalan ama teman Bunga itu?
Yah seperti itu kali cinta. Buta. Ga pernah mikir panjang. Pasti mikirnya, ah itu gampang dipikirin nanti..yang penting jalan dulu.. semua bisa diurus belakangan. Padahal menurut Bunga kalau menyangkut prinsip apalagi ini masalah iman ngga bisa diurus belakangan. Harus dipikirkan dari awal. Jadi kalau sejak pertama sudah tahu beda harus siap dengan segala konsekwensinya jika nekat jalan terus. Termasuk resiko terburuk kaya temenku Bunga tadi. Lima tahun yang tanpa hasil…hehehe…
Memang sih ada pasangan yang beda keyakinan bisa berhasil sampai merid, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. kebanyakan gagal ditengah jalan. Karena masing-masing ngga mau atau ngga bisa ngalah ikut ke yang lainnya, ditentang keluarga, ngga siap dengan segala perbedaan yang nanti harus dijalani, atau memang akhirnya sadar sendiri bahwa ngga mungkin buat diterusin.
So daripada wasting time seperti itu, kenapa ngga sejak awal dipikirkan? Bukankah kita menjalin hubungan dengan seseorang inginnya pasti serius untuk jangka panjang dan pasti berharapnya orang tsb adalah orang yang akan menemani sisa usia kita nanti? Jika memang tendensinya seperti itu seharusnya sejak semula semua hal yang menyangkut prinsip itu harus dipikirkan. Ngga cuma buat senang-senang aja dulu trus hal itu dikesampingkan. Karena hal seperti itu ngga akan hilang ditelan waktu. Justru hal itu seperti bom waktu yang sewaktu-waktu meledak menjadi masalah besar. Kalau sudah demikian tinggalah gigit jari. Penyesalan.
Readmore Baby...
Minggu, Mei 31, 2009
KATA – KATA BIJAK tentang CINTA
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
Readmore Baby...
Pertemanan Sejati
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi
menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan
dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
**Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **
Readmore Baby...
